pameka (2026)
slice of life
Pameka adalah seorang wanita perantau yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk satu tujuan,yaitu kemandirian. Di tengah hiruk-pikuk kota, ia menjalani hari yang padat sebagai mahasiswi sekaligus barista paruh waktu dan desainer lepas. Baginya, kesepian adalah kawan lama yang ia terima dengan lapang dada di rumah sewa kecilnya. Hidupnya mungkin sepi, tapi tidak pernah hampa, karena setiap peluh yang ia teteskan adalah demi membayar kuitansi kuliah dan harga diri di tanah rantau.
Namun, dinding-dinding sunyi rumah Pameka perlahan mulai runtuh saat ia dipertemukan dengan tiga jiwa yang memiliki luka serupa. Ada Sari, teman satu jurusannya yang kehilangan arah setelah keluarganya tercerai-berai. Lalu Mirna dan Ratna, pegawai biro kampus yang meski telah memiliki kemapanan finansial, tetap merasakan ruang kosong di hati mereka akibat hubungan keluarga yang disfungsional.
Berawal dari sekadar tempat mengerjakan tugas bersama, rumah sewa Pameka bertransformasi menjadi "pelabuhan" bagi mereka berempat. Di sana, mereka merayakan hal-hal sederhana, memasak bersama, tertawa di lantai semen, hingga bersepeda sore menyusuri sudut kota. Dalam kebersamaan itu, mereka menemukan bahwa kesepian tidak harus dirasakan sendirian. Mereka saling mengisi, melengkapi, dan menyembuhkan tanpa perlu banyak berjanji.
Namun, masa depan menuntut jawaban saat masa kuliah berakhir. Pameka mendapatkan peluang kerja impian di kota lain. sebuah langkah besar yang selama ini ia cita-citakan, namun sekaligus berarti ia harus meninggalkan "keluarga" yang baru saja ia temukan.